beritadunesia-logo

Upacara Tradisional Syawalan

Terletak di dukuh Jimbung, desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes dan desa Krakitan Kecamatan Bayat
Jarak dari kota Klaten ± 7 km
Luas kawasan 8 ha
Diadakan tiap tiap tanggal 8 syawal
Bentuknya Pasar Malam
Sifat Rutin tiap tiap tahun
Jumlah pengunjung ± 75.000 orang tiap tiap tahun

Legenda :

Alkisah pada jaman dahulu sekitar tahun 365 (Tahun sengkolo) di Wiroto tanah Jeporo berdirilah suatu kerajaan di bawah Sang Ratu Worosingo. Dalam menjalankan pemerintahan Sang Ratu selalu memegang keadilan, jujur dan mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Sang Ratu mempunyai putera satu satunya yang bernama Pangeran Adpati Patohan yang selalu dididik dalam kejujuran dan diharapkan dapat menggantikan tahta kerajaan.

Dilain pihak di kerajaan Keling, Sang Prabu mempunyai puteri bernama Dewi Wahdi yang sangat cantik jelita. Sang Prabu adalah seorang raja yang kaya raya yang pada waktu itu dapat menyetujui puterinya untuk dipersunting Pangeran Patohan.

Pada suatu hari Sang Prabu memerintah Sang Patih disertai beberapa prajurit dengan diam diam meletakkan peti kencana yang berisikan emas berlian di tanah kerajaan Wiroto dengan maksud untuk membuktikan kejujuran Sang Ratu yang tersohor tidak kepingin harta orang lain.

Pada waktu itu Pangeran Patohan disertai oleh abdi kinasihnya Kyai Sidhoguro dan para punggowo projo baru tegar jaran keliling kerajaan, tiba tiba kaki kuda yang dinaiki Pangeran Patohan menginjak peti kencono yang mengakibatkan Pangeran Patohan terjatuh dan terkilir kakinya.

Sampainya di kerajaan Kyai Sidhoguro melaporkan apa yang telah dialami oleh Pangeran Patohan pada waktu tegar jaran, namun Sang Ratu tetap menyalahkan puteranya dan harus di hukum meskipun Sang Pangeran putera satu satunya. Hukum harus dijalankan tanpa pandang bulu, kakinya yang kiri dipotong sampai pergelangan tapak kaki dan diharuskan meninggalkan kerajaan.

Sang Pangeran diikuti oleh abdi kinasihnya Kyai Sidoguro menuju ke Gunung Botak Kalikuning, sampainya disitu dengan tekun dan sahabat Kyai Sidoguro mengobati kaki Sang Pangeran dengan memasukkan dalam ember (tanah yang didalamnya ada airnya). Setelah kaki Sang Pangeran semuh dicobanya untuk jalan jalan dan sampailah di Desa Purno, Jiwan yang berarti jiwa Sang Pangeran telah purno. Pangeran mendirikan Kadipaten.

http://www.klaten.go.id/